Posted by: abu salman | March 19, 2010

Umar Rodhiyallohuanhu Ditegur Wanita Soal Mahar

Kisahnya

Dari Sya’bi berkata: “Suatu kali Umar Rodhiyallohuanhu pernah berkhotbah, beliau memuji Alloh dan menyanjungNya, lalu berkata : “janganlah kalian mempermahal mahar wanita, sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rosululloh sholallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk baitul mal” kemudian beliau turun (dari mimbar)” Read More…

Posted by: abu salman | March 19, 2010

HIZBUT TAHRIR NEO-MU’TAZILAH (4)

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Bagian Terkahir dari Empat Tulisan 4/4

Pemikiran ini sesungguhnya dibangun oleh sebagian kelompok khalaf (kelompok yang tidak berfaham salaf) dari kalangan Mu’tazilah terdahulu beserta pengikutnya dizaman sekarang. Paling tidak dalam hal aqidah. Mereka itu adalah hizbut Tahrir.

Saya katakan, bahwa setiap kita mengetahui sesungguhnya ketika Allah mengutus beliau shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai pemberi kabar gembira serta pembawa peringatan , berfirman padanya:

“Artinya : Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Dan, jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan risalah-Nya , Allah memelihara kamu dari gangguan manusia ” [Al-Maidah: 67] Read More…

Posted by: abu salman | March 19, 2010

HIZBUT TAHRIR NEO-MU’TAZILAH (3)

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Bagian Ketiga dari Empat Tulisan ¾

Saya (Syaikh Nashiruddin Albani) pernah berjumpa dengannya (Taqiyuddin An-Nabhani) beberapa kali. Saya mengenalnya dengan baik dan mengenal apa yang ditempuh oleh Hizbut Tahrir dengan sangat baik. Karena itu Insya Allah saya berbicara berdasarkan ilmu tentang segala hal yang dakwah mereka tegak diatasnya. Read More…

Posted by: abu salman | March 19, 2010

HIZBUT TAHRIR NEO-MU’TAZILAH (2)

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Bagain Kedua dari Empat Tulisan 2/4

Firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia.Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”[Al-An’am : 153]

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah menambahkan penjelasan dan keterangan terhadap ayat ini . Karena memang demikianlah kedudukan sunnah beliau selamanya. Sebagaimana telah disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an ketika Dia berbicara kepada Nabi-Nya : Read More…

Posted by: abu salman | March 19, 2010

HIZBUT TAHRIR NEO-MU’TAZILAH

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Bagian Pertama dari Empat Tulisan ¼

Dihadapan saya ada dua pertanyaan. keduanya bertemu pada satu titik. Yaitu tentang Hizbut Tahrir.

Pertanyaaan Pertama :

Saya telah membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya mengagumi banyak pemikiran mereka. Kami menginginkan agar anda menerangkan atau memberi faidah kepada  kami tentang sekelumit kelompok ini? Read More…

Posted by: abu salman | February 13, 2010

Hukum Gadai dalam Islam


Oleh Abu Ibrahim Muhammad Ali

Sesungguhnya Alloh Ta’ala menjelaskan berbagai hukumNya baik dalam ibadah maupun mu’amalah. Terkandung di dalamnya kemaslahatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Alloh telah mengatur manusia dengan aturan baku, penuh hikmah dan tidak ada kezhaliman yang timbul darinya. Sehingga terciptalah kerukunan, kedamaian dan terselesaikanlah pertikaian dan perselisihan sesama manusia ketika memperebutkan hak masing-masing. Di antara aturan tersebut, Alloh mengatur bagaimana manusia tukar menukar barang yang saling mereka butuhkan dan tidak membiarkan manusia memenuhi kebutuhannya menurut hawa nafsunya – yang memang diantara tabiat manusia ialah suka berbuat zhalim terhadap sesama[1] kecuali mereka yang dirahmati Alloh Ta’ala.

Alloh menjelaskan jalan-jalan menuju keridhaanNya dan menutup segala jalan menuju kemurkaanNya. Sebagai satu bukti, ketika seseorang tidak mempunyai harta/uang – sedangkan dia sangat membutuhkannya – maka dia boleh meminjam harta/uang kepada orang lain baik dengan jaminan atau tanpa jaminan, demi terpenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Adapun barang yang dijadikan jaminan itu disebut barang gadai. Read More…

Posted by: abu salman | January 28, 2010

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

Oleh
Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Muqaddimah

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at (hari Jum’at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.
Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka. Read More…

Posted by: abu salman | January 28, 2010

JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

Oleh Abu Ubaidah Yusuf bini Mukhtar as-  Sidawi

MOQODDIMAH

Dalam sebuah acara seoorang penyanyi yang merangkap sebagi dai, sebelum menyanyi terlebih dahulu dia memberikan muqoddimah (pembukaan): “Saudara-saudara, melawan hawa nafsu adalah jiha yang utama. Suatu saat, ketika nabi pulang beserta para sahabatnya dari sebuah peperangan, beliau bersabda kepada para sahabat: ‘ Sesungguhnya kalian pulang dari jihad kecil menuju jihad besar. Para sahabat bertanya  : Ya Rosulullah, apakah jihad yang besar itu?’ Beliau menjawab : jihad nafs (jihad melawan hawa nafsu)” setelah itu dia membawakan lagunya. Read More…

Posted by: abu salman | January 6, 2010

Ikhlas : Kunci Hidup Bahagia

Dalam Kehidupan sering apa yang kita inginkan tidak bisa terealisi dan apa yang menjadi takdir tidak bersesuaian dengan keinginan kita. jika kita tidak bisa memanage hati maka kita akan merasa selalu terpuruk. simaklah ulasan tentang Iklash bersama al Ustadz Maududi Abdullah, disini.

Posted by: abu salman | December 17, 2009

Menyoal Gaji Pegawai Negeri

Berikut ini, ada sebuah pertanyaan yang pernah diajukan ke Majalah Al-Furqon, yang kemudian dijawab oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi.
As-Salamu ‘alaikum
Saya ingin bertanya kepada redaksi Al Furqon sebagai berikut:

1. Bagaimana hukum bekerja sebagai pegawai negeri, karena sumber dana pemerintah selain dari dana halal juga dari dana yang tidak jelas seperti pariwisata, pajak? Apakah ada perincian lagi, kalau instasi pajak atau pariwisata tidak boleh tapi instasi lain boleh? Apakah kita termasuk wala’ (loyalitas –red) kepada taghut jika kita bekerja di sana?
2. Apakah ikhtilat (campur baur lawan jenis –red) di tempat kerja dapat dikatakan darurat karena hampir di semua tempat kita sulit menghindarinya?
Abu xxxxx waru baru@xxxx.com Read More…

Older Posts »

Categories